5 cara mengajar di sekolah paud aktif dan menyenangkan

by -116 views

5 cara mengajar di sekolah paud aktif dan menyenangkan –  Seperti yang sudah kita ketahui bahwa paud merupakan sekola dengan konsep pendidikan dini, jadi anak berusia 5 tahun bisa belajar mengenal huruf dan angka beserta lingkungan sekitar di sekolah paud ini.

5 cara mengajar di sekolah paud aktif dan menyenangkan
Karena murid di sekolah paud ini adalah balita atau anak usia 5 tahun maka kita memerlukan waktu dan usaha yang berbeda dalam mengajar di sekolah paud ini.
Naah berikut ini 5cara.id akan memberikan tutorial 5 cara mengajar di sekolah paud aktif dan menyenangkan lagsung saja.

5 cara mengajar di sekolah paud 

1. Ciptakan suasana yang nyaman

Hal yang pertama kalian lakukan adalah ciptakan suasana nyaman kepada murid anda 
Kondisikan ruang belajar yang nyaman. 
  • pastikan ruang kelas (ruang pembelajaran) dalam kondisi bersih dan rapi sehingga konsentrasi pembelajaran tidak pecah hanya karena adanya kotoran atau barang berserakan yang mengganggu pandangan.
  • Lengkapi ruang kelas dengan media-media yang akan digunakan dalam pembelajaran di kelas. Secara tidak langsung hal ini membuat anak antusias.
  • Penataan tempat duduk sesuai dengan kegiatan pembelajaran yang akan dilaksanakan di hari itu. Seringkali di beberapa sekolah penataan tempat duduk tidak berubah selama bertahun-tahun. Bayangkan saja jika anak SD selama 6 tahun tempat duduknya “gitu-gitu aja”, apakah tidak bosan? Tentu bosan. Satu yang bisa guru terapkan adalah mengubah posisi penataan tempat duduk di kelas secara berkala.
  • Perhatikan sirkulasi udara dan memberi cukup parfum untuk meningkatkan kesegaran udara di kelas. Karena tentunya jika di kelas terdapat bau yang tidak sedap pasti akan mengganggu kenyamanan belajar.
2. Ciptakan komunikasi 2 arah 
Nah cara yang kedua adalah ciptakan suasana yang interaktif antara murid dan guru jadilah senyaman mungkin dengan mereka kita bisa menggunakna cara di bawah.
  • Guru harus banyak mengadakan diskusi klasikal dalam pembelajaran. Sehingga siswa akan terpacu untuk menyampaikan gagasan dan pendapatnya.
  • Guru harus memberi kesempatan siswa untuk mempresentasikan hasil karya/hasil pekerjaannya.
  • Guru memfasilitasi siswa dalam kegiatan belajar kelompok.
  • Guru dalam menyampaikan ceramah pembelajaran harus memperhatikan teknik bicara, teknik eye contact, ekspresi wajah, hingga pemilihan kata dalam penyampaian poin-poin materi yang disampaikan. Hal ini penting agar siswa senantiasa antusias untuk memperhatikan saat guru berceramah.
  • Guru memanfaatkan media pembelajaran interaktif. Contohnya? Silakan baca artikel berikut ini
3. Ciptakan suasana Adaktif
ciptakan suasana adaptif yang mana murid melakukan kegiatan tidak hanya teori tetapi juga melakukan kegiatan praktek kegiatan seperti ini akan cepat membuat daya ingat anak berkembang.
  • Pengamatan/Observasi bisa diterapkan untuk mempelajari materi yang berkaitan dengan pengenalan suatu fenomena yang ada di lingkungan sekitar (contoh: pengamatan ekosistem di sawah, pengamatan pemanfaatan sumber energy, pengamatan pertumbuhan tanaman, dll)
  • Simulasi dilakukan untuk mempelajari materi yang berkaitan dengan keterampilan merangkai/menyusun/membuat sesuatu. (contoh: merangkai rangkaian listrik sederhana, merancang pesawat sederhana, membuat kincir angin, dll)
  • Sosiodrama/Bermain peran. Sosiodrama dan bermain peran diterapkan untuk mempelajari materi yang berkaitan dengan penanaman karakter. (contoh : bermain peran berdasarkan sebuah cerita yang didalamnya memuat nilai kejujuran, kesabaran, bijaksana, dll)
  • Demonstrasi diterapkan untuk mempelajari materi yang berkaitan dengan keterampilan dalam mempraktikkan suatu materi. (contoh: demonstrasi pembacaan puisi, demonstrasi pembacaan pidato, dll)
  • Wawancara dapat diterapkan untuk mempelajari materi yang beragam sesuai dengan kompetensi narasumber. (contoh: wawancara dengan warga, wawancara dengan polisi, wawancara dengan petugas puskesmas, wawancara dengan pedagang, dll )
  • Pembuatan Proyek/Produk. Pembuatan Proyek/Produk dapat diterapkan dalam materi pembelajaran yang bertujuan untuk dapat menghasilkan proyek/produk. (contoh: keterampilan membuat anyaman bamboo, keterampilan membuat poster, keterampilan membuat kompor dari barang bekas, dll )
4. Jelaskan materi dengan bercerita
Cara berikutnya dalam mengajar anak Paud adalah dengan menerapkan metode bercerita. Metode bercerita adalah penyampaian atau penyajian materi pembelajaran secara lisan oleh guru dalam bentuk cerita/dongeng.
  • Bercerita dengan alat peraga gambar seri.
  • Bercerita dengan media visual tanpa suara (animasi)
  • Bercerita dengan alat peraga wayang
  • Bercerita sambil menggambar
  • Bercerita melalui papan flanel
  • Bercerita melalui buku pop up
5. Gunakan bahasa tubuh yang menarik
Penggunaan bahasa tubuh yang baik dalam mengajar akan  membuat penyampaian bertambah terang, lebih jelas, dan lebih menarik perhatian siswa. Berikut beberapa tips bahasa tubuh saat mengajar.
  • Lakukan kontak mata kepada siswa secara merata.
  • Posisi mengajar menghadap kepada siswa secara keseluruhan.
  • Gunakan gerak tangan untuk memvisualisasikan sesuatu.
  • Berpindah tempat sedikit-demi sedikit namun tetap bisa berhadapan degan siswa secara keseluruhan.
  • Penekanan intonasi suara pada poin-poin yang penting.
Nah itulah 5 cara mengajar di sekolah paud aktif dan menyenangkan semoga ulasan di atas bermanfaat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *